Harga Brent naik menjadi USD116,7/barel (91,8% YtD) pada Jumat, 23 Oktober 2026 terutama dipengaruhi oleh eskalasi serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz dengan biaya pengangkutan minyak mencapai lebih dari USD20/barel. Defisit anggaran pemerintah AS meningkat menjadi 6,2% PDB pada 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan belanja pembayaran bunga utang sebesar 12% menjadi USD1,36 triliun dan peningkatan belanja pertahanan sebesar 6% menjadi USD917 miliar. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Tiongkok meningkat 4,5% YoY pada Tw. III 2026 ditopang kinerja ekspor karena meningkatnya permintaan global terhadap produk terkait AI. Inflasi pangan global diperkirakan meningkat hingga 2027, dengan Indeks Harga Pangan FAO mencapai 136 poin pada September 2026, tertinggi sejak November 2022.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Oktober 2026. Realisasi investasi Indonesia meningkat 7,6% YoY pada Tw. III 2026 ditopang penanaman modal asing (PMA) yang naik 27,4% YoY, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih terkontraksi 7,5% YoY. Uang beredar (M2) tumbuh meningkat menjadi sebesar 8,3% YoY pada September 2026. Selain itu, Kementerian ESDM melakukan relaksasi produksi batu bara dari target RKAB sebesar 600 juta ton menjadi 700 juta ton pada 2026.
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.
Buletin Mingguan
Oct 23, 2026
Weekly Newsletter Minggu III Okt 2026
Author
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional