Ekonomi Indonesia pada Tw III 2026 masih tumbuh kuat, ditopang manufaktur, investasi, kredit investasi, dan belanja pemerintah. Namun, indikator hingga September menunjukkan tekanan terhadap konsumsi kelompok menengah-bawah, risiko eksternal, serta keterbatasan ruang fiskal dan moneter yang perlu diwaspadai ke depan. Konsumsi masyarakat diprakirakan melambat sejalan dengan berbagai bencana alam pada triwulan berjalan. Selanjutnya, investasi diprakirakan melambat meskipun tetap kuat, ditopang oleh investasi manufaktur di tengah perlambatan di sektor pertambangan dan pertanian akibat karhutla dan El Niño. Namun, konsumsi pemerintah diprakirakan masih dapat mendorong konsumsi domestik lebih tinggi.
Dari sisi eksternal, surplus neraca perdagangan meningkat pada bulan Agustus 2026, terutama disebabkan oleh faktor harga yang masih tinggi. Inflasi naik, baik pada level konsumen maupun level perdagangan besar pada September 2026. Nilai tukar masih terdepresiasi dibandingkan tahun sebelumnya. BI Rate tetap pada level 5,75% pada September, setelah sebelumnya naik sekitar 100 bps pada Tw. II 2026. Kredit tetap tumbuh tinggi, mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.
Indikator Ekonomi
Oct 23, 2026
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Oktober 2026
Author
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional
Publikasi Terkait
Lihat Semua Publikasi →
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Oktober 2025
I Made Krisna Gupta
20 Oct 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Desember 2025
I Made Krisna Gupta
16 Dec 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan November 2025
Luthfi Ridho
10 Nov 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Februari 2026
Luthfi Ridho
10 Feb 2026