Weekly Newsletter Oct 09, 2026

Weekly Newsletter Minggu I Okt 2026

Weekly Newsletter Minggu I Okt 2026

Authors

Tenaga Profesional

Dewan Ekonomi Nasional

Stabilitas perekonomian AS semakin berisiko seiring turunnya sentimen konsumen dan naiknya imbal hasil UST. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun naik 7 basis poin DtD menjadi masing-masing 5,34% dan 5,70%, tertinggi sejak 2002. Sentimen konsumen AS pada Oktober 2026 turun menjadi 46,3 dengan ekspektasi inflasi naik menjadi 4,7%. Konsumsi masih didorong oleh masyarakat berpendapatan tinggi. Di sisi lain, ekspor EV Tiongkok ke pasar Eropa berpotensi semakin terbatas seiring menguatnya proteksionisme. UE mempertimbangkan pembatasan impor mobil hybrid Tiongkok melalui tariff-rate quota, seiring pangsa pasar yang mencapai 25%. Beberapa bank sentral global mengindikasikan stance kebijakan yang lebih hawkish.

Dari sisi domestik, AMRO merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,3% YoY pada 2026 dan 5,2% YoY pada 2027. World Bank turut menaikkan proyeksi 2026 menjadi 5,2% YoY pada publikasi Oktober 2026, dari 4,7% YoY pada April 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 118,1 pada September 2026, seiring pelemahan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 107,5. Pendapatan negara tumbuh 25,5% YoY, dengan penerimaan pajak tumbuh 24,1% YoY, didorong oleh peningkatan PPN & PPnBM (38,6% YoY) dan PPh Nonmigas (17,6% YoY) serta PPh Migas (128,2% YoY). Penjualan mobil pertumbuhannya melambat 28,1% YoY pada September 2026, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 15,4% YoY menjadi 654,3 ribu unit.

Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini. 

Share

Related Publications

View All Publications →