Artikel ini menganalisis potensi perluasan Kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) sebagai instrumen untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, memperkuat penerimaan devisa pariwisata, dan mendukung ketahanan neraca transaksi berjalan Indonesia, dengan tetap mempertimbangkan dampak fiskal dan risiko keimigrasian. Kajian menggunakan kerangka seleksi berbasis indeks komposit untuk menilai negara-negara kandidat berdasarkan tiga aspek, yaitu nilai strategis, dampak ekonomi/kualitas wisatawan, dan skala pasar. Kemudian, kerangka prioritisasi dilakukan untuk melihat potensi dampak fiskal-ekonomi. Estimasi manfaat mencakup tambahan kunjungan, devisa pariwisata, nilai tambah ekonomi, serta penerimaan pajak pusat dan daerah, sedangkan biaya kebijakan ini mencakup PNBP visa yang dilepas dan tambahan biaya keimigrasian. Estimasi dampak disajikan pada dua basis, yaitu basis agregat yang mengombinasikan pertumbuhan organik/historis dengan efek kebijakan, serta basis dampak murni kebijakan BVK. Penerapan BVK direkomendasikan dilakukan secara selektif, bertahap, berbasis risiko, dan dievaluasi secara berkala, dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi, resiprositas, hubungan diplomatik, serta risiko keimigrasian. Efektivitas kebijakan juga perlu didukung oleh peningkatan konektivitas penerbanga internasional dan penguatan kapasitas pengawasan keimigrasian.
Kebijakan Bebas Visa Kunjungan untuk Memperkuat Penerimaan Devisa dan Neraca Transaksi Berjalan
Authors
Gaffari Ramadhan
Executive Director for Economic Strategy and Policy
Sevi Tyas Murti Vinastya
Junior Advisor
Ryan Alfaedison Ginting
Junior Advisor
Nasya Putri Kainama
Advisor
Muhammad Husni Abdul Fatah
Analyst
Related Publications
View All Publications →
Simulation of the Impact of U.S. Reciprocal Tariffs on the Indonesian Economy Using the GTAP Model
I Made Krisna Gupta
20 Oct 2025
Alpha (α): Operasionalisasi Parameter Passthrough dari Pertumbuhan Ekonomi ke Penyesuaian Upah Minimum di Indonesia
Arief Anshory Yusuf
19 Dec 2025
Forecasting Indonesian National and Provincial GDP using nighttime light index
I Made Krisna Gupta
09 Feb 2026
Revitalizing Indonesia’s Labour-Intensive Industries: Textiles, Garments, and Footwear under Global Value Chain Pressure
I Made Krisna Gupta, Gaffari Ramadhan, Artstein Dhimathera, Ahmad Adi Nugroho, Annisa Tikahardinda, Latasha Safira, Shobrinah Arifin, Tiara Ariyanda
08 Oct 2026