Indikator Ekonomi Jun 23, 2026

Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Juni 2026

Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Juni 2026

Author

Tenaga Profesional

Dewan Ekonomi Nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 diprakirakan tetap kuat, namun akan melambat dibandingkan dengan capaian pada Triwulan I 2026. Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang menurun seiring dengan berakhirnya festive season serta adanya tekanan inflasi akibat penyesuaian harga BBM. Meski demikian, kinerja ekonomi diperkirakan tetap ditopang oleh konsumsi pemerintah dan investasi yang tetap kuat, terutama yang bersumber dari belanja pemerintah.

Dari sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia pada Triwulan I 2026 mencatatkan defisit yang lebih dalam, yakni sebesar USD9,1 miliar, akibat pelebaran defisit transaksi berjalan serta defisit pada transaksi modal dan finansial. Perkembangan terkini pada April 2026 juga menunjukkan penurunan neraca perdagangan yang dipicu oleh kenaikan impor yang melampaui pertumbuhan ekspor. Kondisi ini diikuti oleh tren inflasi yang meningkat pada Mei 2026, dengan inflasi tingkat konsumen mencapai 3,1% YoY dan tingkat perdagangan besar sebesar 5,8% YoY, serta depresiasi nilai tukar rata-rata sebesar 6,6% YoY. Sebagai respons terhadap perkembangan tersebut, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar 75 bps menjadi 5,50% hingga 9 Juni 2026.

Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini. 

Bagikan

Publikasi Terkait

Lihat Semua Publikasi →